Skip to main content

Specially written for MRSMers

As the title writes, I promise that this post is written pecially for MRSMers.
Oh, okay...
Nothing I can say about that.

14 α (Alpha class) students are going to leave our class, straight to their MRSM.

I cannot stop them. It is for their own goods...

I will say:

"IF YOU GO; GO ON. DO NOT COME BACK BEFORE YOU TURN UP WITH THE SUCCESS."
As Malay traditional poets say (pantun) Malay section;

Tuai padi antara masak
Esok jangan layu-layuan
Intai kami antara nampak
Esok jangan rindu-rinduan

Kalau ada sumur di ladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Hari ini menanam jagung
Hari esok menanam serai
Hari ini kita berkampung
Hari esok kita bersurai

Malam ini menanam jagung
Malam esok menanam serai
Malam ini kita berkampung
Malam esok kita bercerai

Hari ini menugal jagung
Hari esok menugal jelai
Hari ini kita berkampung
Hari esok kita bercerai

Batang selasih permainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Orang Aceh sedang sembahyang
Hari Jumaat tengah hari
Pergilah kasih pergilah sayang
Pandai-pandailah menjaga diri


Mana Manggung, mana Periaman
Mana batu kiliran taji
Tinggal kampung tinggal halaman
Tinggal tepian tempat mandi

Bintang Barat terbit petang
Bintang Timur terbit pagi
Jika tidak melarat panjang
Ada umur ketemu lagi

Dari mana hendak ke mana
Tinggi ruput dari padi
Tahun mana bulan mana
Dapat kita berjumpa lagi?

Dian tiga lilin pun tiga
Tanglung tergantung rumah laksamana
Diam juga sabar pun juga
Ada umur tidak ke mana

Tuan puteri pergi ke Rasah
Pulang semula sebelah pagi
Kita bertemu akhirnya berpisah
Diizin Tuhan bersua lagi


From:
Persuratan Melayu 2
Pantun Melayu Sastera Rakyat
Pantun Serbaneka
Pantun Adat dan Resam Manusia
Kumpulan Pantun Melayu, DBP 1983


Adopted from: http://penyair.wordpress.com/2007/03/16/pantun-perpisahan-2/

Comments



Free Educational Website For All

Popular posts from this blog

The Beginning of Everything

Okay, as you all know, I am not pleased for journal writing yet I'm addicted to it. I've not written my journal for quite long time, so I took a step forward; hence making me, myself become more interested to carry on the task. It does not require much energy, but just time. Yet, it is so meaningful and gives me satisfaction. My next year theme? Wait for that in my upcoming posts...

'Proto-Malays the origins of the human race'

  Research in archaeology and genetics could very well prove that the ancient Proto-Malays living in the Sunda Shelf were the ancestors of the human population today. The term Proto-Malay, which translates to Melayu asli (aboriginal Malay) or Melayu purba (ancient Malay), refers to the Mongoloids and Austronesian speakers from mainland Asia who moved to the Malay peninsular and Malay archipelago in a long series of migrations between 2500 and 1500 BC. The Proto-Malays are believed to be seafarers knowledgeable in oceanography and possessing advanced fishing as well as basic agricultural skills. They moved around from island to island in great distances between New Zealand and Madagascar, and they served as navigation guides, crew and labour to Indian, Arab, Persian and Chinese traders for nearly 2000 years. Over the years, they settled at various places and adopted various cultures and religions as a result of acculturation and interracial and inter-tribal marriages with mos...